Menjadi pribadi aktif mungkin hal yang sangat dicintai banyak orang dan tentunya ditunggu-tunggu hasil dari keaktifanya tersebut. Wuiighh…tuh anak aktif banget, kereeeeenn….kata mereka yang suka dengan pribadi yang memiliki sifat aktif. Hal tersebut memang telah menjadi fenomena yang sering terjadi dalam kalangan manapaun, dan apa-apa (apapun).

Pribadi aktif merupakan sematan yang terlontar dari hati seseorang yang terkadang bisa ditelorkan melalui ucapan kepada seseorang/ pribadi aktif tersebut. Aktif  bukanlah sematan yang lahir dari ranah hati sendiri. kenapa?…karena kita bisa dinilai Caper (ketika bertindak sesuatu), CarMuk (Hampir sama maknanya dengan Caper), dan lain sebagainya jika sematan aktif tersebut kita rekayasa dalam suatu tindakan oleh orang lain.

 

********************************************************************************

Inilah hal yang saya alami, Kakak kelas menilai saya aktif, Hebat dll, Teman Sebaya menilai saya Hebat, Berwibawa, dan lain-lain. Adik kelas menganggap saya setangah hebat setengah tidak. ya entahlah itu semua benar atu tidak. saya sendiri tak mau tertidur pulas gara-gara sematan tersebut dan saya juga tidak boleh terburu-buru men-ikrarkan diri ” Saya adalah Pribadi aktif, Hebat, Berwibawa”. di sisi lain, Karena semua Muslim harus mempunyai rasa Tawadhu.

Gara-gara sematan diatas “mungkin” telah membuat saya menjadi orang yang paling sering di perbincangkan di Jagat bumi Vocational skill, Malhikdua, yang utama oleh setiap organisasi yang saat itu dilanda ambigu program reshuflenya.

Boleh percaya atau tidak, inilah daftar yang menjadikan saya harus berpusing-pusing ria, yangmana saya harus/  bahkan dituntut memilih satu dianatara seribu yang lebih baik, dan menjadikan hal tersebut menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Berikut adalah (bukti) bahwa saya dinilai aktif  “katanya”:

1. Dipilih sebagai ketua EDS Boy (English Department Student)             hasil: DICEKAL

2. Dipilih sebagai Kandidat Ketua Osis  Malhikdua                                            hasil: DICEKAL

3. Dipilih sebagai Kandidat Ketua OASIS Malhikdua                                        hasil: LOLOS dari CEKALAN

4. Dipilih sebagai kandidat Ketua ORDA HISTE                                                   hasil: GOSIP

5. Jabatan sekeretaris, Bendahara de el el.

Empat hal diatas bukanlah hal yang remeh, dan tidak bisa dikatakan temeh. dari yang pertama; EDS, saya harus membimbing sebuah komunitas siswa yang mengambil spesifikasi ataupun belajar bahasa inggris di Malhikdua, yang alhamdulillah sebelumnya sudah dicekal duluan oleh seseorang berinisial AJA sehingga jabatan ketua tak jadi dipegang dan jabatan sekeretaris lah yang merapat pada saya. dan yang Kedua, Osis, saya harus merapatkan barisan agar Malhikdua bisa menjadi sekolah terdepan, bukan karena kerja istimewa pihak sekolah melainkan dari hasil kerja sang Osis dan rekan-rekannya. Alhamdulillah lagi-lagi saya dicekal lagi, dikarenakan “entah” perlindungan kakak kelas yang memperhatikan posisi saya disuatu organisasi yang teramat  penting dan apabila posisi saya hilang maka bisa dibilang tinggal menunggu waktu bagi orgnisasi tersebut (yang saya tinggal) bakalan hancur bahkan bubar. Untuk yang Ketiga, Aku berhasil lolos, aku juga tak tahu kenapa bisa lolos, kabarnya; aku diloloskan oleh kakak kelas lagi, di OASIS alhamdulillah saya terpilih jadi ketua umum yangmana saya wajib membimbing dan menjadikan anak kelas Sosial (program Ips) di Malhikdua bangkit dari keterpurukan. dan yang terakhir ke empat, Aku harus menangani seluruh anak Tegal di Pon. Pes Al Hikmah 2, yang Alhamdulillah itu juga masih menjadi bahan gosip yang entah datang dari mana, siapa, dan apa penyebabnya yang menjadikan saya sebagai subyek utama.

Dari empat hal diatas, saya harus memaksa Otak, Otot, dan Syaraf untuk bekerja Ekstra. itu hal wajar. bukan untuk apa-apa, dan untuk siapa melainkan untuk M2Net, aku hanya berfikir, siapa yang bakal gantiin posisi saya yang setidaknya bisa buka Kantor Redaksi setiap pagi, Nyapu (walaupun gak sering), Rapiin ruang redaksi juga dan masih banyak yang lainnya?..tak mungkin jika menyuruh kakak kelas untuk turun gunung, yang  hanya sekedar melakukan hal-hal diatas.

M2Net mau dibawa kemana lagi?…..adakah orang yang bisa gantiin diri saya terutama dalam hal kualitas di M2Net?…Aku masih pesimis dengan rekan sebayaku di M2Net walaupun bisa dibilang semangat mereka seperti api neraka, yang tak pernah padam.

Jujur, Aku Pesimis…dengan teman-temanku sendiri, yangmana mereka semua masih banyak yang belum bisa posting di Sch, Blog  pun belum punya, Milist juga tak terdaftar, apalagi?..masih banyaklah. Satu lagi, mereka terlalu berjumud pada hal kepribadian yang stagnan.

Tapi jika aku pesimis terus aku gak bakal bisa jalanin hidupku dengan bebas yangmana harus memikul Oraganisasi lain, bagiku jika pergi meninggalkan mereka (rekan M2Net)  tak begitu masalah walaupun itu masalah besar bagi hati, soalnya aku sudah punya Em Farobi yang sudah saya anggap Abang sendiri, W Haffata Y yang juga saya anggap Kakak sendiri yang senantiasa memarahi, men-bully dan lainnya.

Sekali lagi, aku harus Open Mind di M2Net, jika aku membiarkan  M2Net dilema kata “M2Net mau dibawa Kemana?” aku bisa jadi orang yang kerdil, baik dalam pikiran, dan perbuatan.

Aku harus memandang Paman Gembul yang senantiasa menerima ocehan-ocehan anak-anak M2Net dan siapapun, Mba Damae yang senantiasa pula mengalirkan ilmu jurnalistiknya yang tiada henti, Kang Pradna, dan yang lainnya. mereka semua bisa dikatakan bukan siapa-siapa di M2Net, namun peran mereka dalam mengembangkan M2Net, mendukung M2Net, Mendidik anggota M2Net, Seolah tiada henti. Saya harus melihat mereka lebih dalam, detail, tentang siapa mereka, dan kenapa mereka dengan rela mengorbankan keringat mereka untuk M2Net?…jika mereka yang bukan siapa-siapa saja rela mengorbankan keringat mereka, kenapa saya tidak?….

 

 

#DISCLAIMER: Subyektifitas dalam tulisan ini bukanlah unsur menyombogkan ataupun kesombongan, melainkan untuk mempertegas bahwa itulah fakta yang terjadi.

Facebook Comments

5 Thoughts on “M2Net Mau Dibawa Kemana? (Part 2)

  1. waduh… saya kira kamu jadi memborong semua organisasi. saya sangat mendukung.

    asal kamu tidak lupa belajar di kelas dan ngaji di pondokan.

    m2net tak perlu dipikirin. setapak lagi insyallah dan menemukan peraduannya

  2. boleh bilang miskin SDM?

  3. hmmmz. , mungkin kerja keras , kerja cerdas itu memang harus , tp satu hal yang perlu kita perhatikan lagi luth kerja ikhlas., kita sama-sama mempunyai tanggung jawab besar di al hikmah 2, mempunyai banyak organisasi yang telah kita pegang , di M2net di bilang aktif, mungkin aku tidak bisa dibilang aktif, di bilang pasif juga mungkin perlu dipertimbangkan lg . , itu karena sebuah faktor. ., tp yang perlu kita fikirkan ., M2net mau dibawa kemana, kamu yang sudah eksis , di pandang sebagai kalau kamu lah andalan nya ., kamu bisa saja memajukan OASIS karena kamu mendapatkan jabatan ketua itu kewajibanmu , tp m2net juga insya allah bisa tidak terpuruk jika kita kerja sama , andalkan tenaga semua member., jangan bekerja sendiri, jangan membebani diri sendiri.

  4. semua itu ada hikmahnya kok luth, terlampau hebat dan kurang bisa dilogis kalau kita mau membuang tradisi yang selama ini TERANUT oleh anak Malhikdua. jalani aja, toh nanti kalo udah dilepas bakalan kangen, pengalaman

  5. tulisannya menarik 🙂
    sukses!.

Post Navigation